Wednesday, February 22, 2017

Si Keras Kepala Kecintaan Bunda

Melihat Salman semakin besar setiap hari, ada satu hal yang membuat Bunda selalu tersenyum geli. Ternyata, Salman sangat mirip Bunda dari segi sifat.

Keras kepala, cuek, agak egois, periang, dan mudah sedih.

Sisi positifnya, semua sifat itu membuatnya tumbuh menjadi anak yang kuat karena tempaan lingkungan dan keadaan.

Bunda bangga dan bahagia melihat Salman tetap sehat dan tertawa setiap hari. Banyak cerita darinya yang membuat Bunda tak habis pikir, anak kecil ini ternyata memiliki kekhasan tersendiri yang tak ada duanya.

Pelukannya semakin erat dan bertenaga. Sudah tak bisa lagi digendong Bunda karena tubuhnya ternyata semakin berat, meski dari jauh tampaknya kurus. Hahahah, bagian ini selalu jadi bahan candaan kami. Apalagi, kalau Salman bilang, "Aku kan makin gede, Bunda makin tua." Duh, Hidung Lucu nan tampan ini semakin menggemaskan.

Semoga, Bunda masih bisa menemani Salman menjalani hari-harinya, mempersiapkan fisik dan mentalnya untuk menjadi tentara Allah kelak. Inshaa Allah ;)

Sudah Pra Remaja

Umar, seorang anak tangguh yang tak lagi mau dibilang anak kecil.

Dulu, ketika Umar lahir, semesta tampak menghujani dirinya dengan doa.

Kini, semesta masih setia menemani setiap langkahnya, tumbuh dan berkembang semakin besar dan kuat.

Bunda semakin kesepian. Karena melihat ada yang berubah. Ternyata, Umar pun merasakan hal yang sama.

"Aku ingin selalu dekat Bunda," bisiknya setiap kali merindu karena ditinggal pergi Bunda. Tetapi, Umar juga semakin sering bermain ke luar, hampir seharian. Sehingga, rindu itu pun menganak sungai di hati Bunda.

Alhamdulillah, anak yang baru mencoba mengepakkan sayap dan terbang lebih jauh ini tak kurang sesuatu pun. Allah menganugerahi kesehatan, kebahagiaan, dan kekuatan, sekaligus kesabaran tanpa tepi.

Hey, Nak! Jangan lupa untuk memeluk Bunda dan berkata, "Nite, Mom" setiap kamu mau pergi tidur.

Peluk cium selalu,
-Bunda-

Friday, January 1, 2016

10 Amanat Anak Kepada Bunda dan Ayah

1. Tanganku kecil; tolong jangan terlalu sempurna ketika aku sedang membereskan tempat tidurku, menggambar, atau melempar bola. Kakiku masih pendek; tolong jangan terlalu cepat saat melangkah supaya aku dapat berjalan bersama Bunda dan Ayah.

2. Mataku tidak seperti mata Bunda dan Ayah. Aku belum melihat semua hal di dunia ini. Beri aku kesempatan untuk dapat menjelajahi dunia ini dengan aman dan jangan larang aku kalau tidak perlu sama sekali.

3. Aku tahu ada banyak pekerjaan di rumah dan di kantor yang harus Bunda dan Ayah kerjakan. Aku tidak akan lama menjadi anak kecil, tolong berikan aku waktu dan perhatian untuk menjelaskan tentang dunia yang indah ini dan lakukanlah dengan sepenuh hati.

4. Perasaanku lembut. Perlakukan aku sebagaimana Bunda dan Ayah ingin diperlakukan oleh orang lain. Jangan marah kepadaku sepanjang hari. Aku ingin Bunda dan Ayah sensitif dengan kebutuhanku.

5. Aku adalah hadiah istimewa dari Allah SWT. Arahkan, bimbing, dan siapkan diriku untuk dapat menghadapi masa depanku yang tidak sama dengan zamanmu. Berilah aturan, penghargaan, dan juga konsekuensi (bukan hukuman tanpa penjelasan yang membuatku dendam) atas perbuatanku yang salah sehingga aku mengerti mana yang benar dan salah.

6. Aku membutuhkan dukungan dan dorongan Bunda serta Ayah untuk tumbuh dan berkembang optimal bukan hanya kritikan. Bunda dan Ayah dapat mengkritik perbuatanku tanpa harus membenciku.

7. Berikan aku kesempatan berlatih mengambil keputusan untuk diriku sendiri. Izinkan aku untuk mengalami kegagalan atau berbuat kesalahan sehingga aku dapat belajar. Bantu aku untuk mengatasi kegagalan dan memperbaiki kesalahan sehingga di masa depanku sudah siap mengambil keputusan yang tepat untuk hidupku.

8. Jangan lakukan semuanya untukku karena aku akan merasa bahwa apa yang kulakukan tidak memenuhi standar atau harapan Bunda dan Ayah. Tolong jangan bandingkan aku dengan anak lain atau dengan saudara kandungku. Aku tahu ini memang berat bagi Bunda dan Ayah.

9. Jangan takut meninggalkanku jika memang Bunda dan Ayah perlu pergi berdua. Anak-anak juga membutuhkan liburan tanpa orangtua sama seperti Bunda dan Ayah yang membutuhkan liburan tanpa anak-anaknya.

10. Bawa aku ke masjid secara rutin dan berikan aku contoh bagaimana menjadi muslim yang baik. Aku ingin tahu lebih banak tentang Allah SWT dan Rasul-Nya.

=-=-=-=-=-=-=
Pengarang tidak diketahui. Terjemahan bebas dari Bahasa Inggris oleh Ibu Ery Soelresno,Psi dan disunting oleh AnDiana

23 Juli 2005 / Depok.

Monday, December 7, 2015

Ketika Usia Si Sulung Masuk Dua Digit

Hari ini tanggal 7 Desember. Sepuluh tahun lalu, Bunda bertemu dengan seorang malaikat kecil yang namanya sudah disiapkan sebulan sebelumnya: Umar Rizqi Musthafa.

Mengapa harus nama itu?

Umar, karena doa Bunda ingin si kecil meneladani sang khalifah, sahabat Rasulullah yang sangat pemberani. Juga, sebagai tanda terima kasih kepada seseorang yang pernah sangat berjasa.

Rizqi, tentu saja karena si ganteng itu adalah anugrah terindah dari Allah. Luar biasa rasanya bisa mendengar suaranya pertama kali. Allah maha baik :)

Musthafa, salah satu panggilan Rasulullah yang terdengar syahdu di telinga Bunda. :)

Hari ini...
Usia Umar persis menapaki tangga dua digit. Menjelang dewasa. Sudah lebih luas bergaulnya, Lebih bijaksana ketika memberi pandangan dan pendapatnya. Meski terkadang, jiwanya yang kekanakan masih muncul, tak mengapa :)

Sepuluh tahun menjadi ibu, belajar dari sang guru yang justru lebih sabar dari muridnya. Umar adalah guru kehidupan yang penuh keajaiban.

Doa terbaik dari Bunda mengalir setiap saat untuk sang jagoan yang semakin mandiri dan tegar. Sungguh, Bunda adalah murid yang lemah. Terima kasih dengan segala kesabaran dan senyum menenangkan yang selalu Bunda rindukan itu...

Sepenuh cinta,
Bunda.

Wednesday, September 16, 2015

Duo Krucil Kena Sakit Cacar

Cerita yang tertinggal.

Akhirnya, yang membuat Bunda deg-degan terjadi juga. Hihihihi... *lah, malah ketawa*

Dimulai pada hari Sabtu tanggal 5 September, Salman mulai uring dan merasa ada yang tak beres dengan badannya sendiri. Bunda masih berpikir bahwa Salman kecapekan main. Tapi Bunda perhatikan banyak bintik-bintik kecil.

Tanggal 7 September, mulai terlihat bintik-bintik merah di beberapa tempat di tubuh Salman. Anehnya, Bunda masih belum yakin dan ngeh jika itu cacar air. Justru pada tanggal 8 September pagi, ketika sedang membeli jamu, si mbak nyeletuk, "Wah, Adek kena cacar ya? Tuh, melentung-melentung gitu. Istirahat ya, Dek? Anget ya? Bobo yang banyak."

Bunda terpana. Wah! Karena selama ini Umar dan Salman tak mengapa bila ditinggal keluar rumah, maka Bunda pun berpikir hari ini tak apa-apa bila ditinggal. Ternyata ketika Bunda pulang di sore hari, sekujur tubuh Salman mulai memperlihatkan cacarnya. Sebagian kecil sudah pecah (karena Salman tidak bisa diam) dan mulai gatal.

Duh... Duh... Duh... Akhirnya pula, Bunda terpaksa minta izin tidak masuk kerja untuk bisa merawat Salman meski hanya sehari.

Demam dua hari membuatnya rewel. Cacar menjadikan dirinya terisolasi di rumah. Tak bisa bermain. Tak boleh menggaruk bagian yang gatal, dan sulit mengunyah karena lidahnya pun terkena. Ah, sabar ya, Nak! :)

Seminggu kemudian, tepat setelah cacarnya mengering, Umar mulai mengeluhkan bahwa dirinya gatal-gatal. Owowow... Menularnya langsung! Bunda tertawa kecil melihat wajah Abang yang merajuk.

Tanggal 14 September, Abang Umar mendapatkan gilirannya. Salman yang sudah membaik sepertinya puas melihat Abangnya ketularan. "Hahaha, Abang kena! Abang kena!" Ya ampun! :D

Hanya berbekal mandi dengan sabun antiseptik dan pakai talc obat, kedua jagoan Bunda berangsung sembuh, kulitnya tidak meninggalkan koreng. Alhamdulillah. :) 

Tuesday, September 8, 2015

Duo Krucil Sudah Dikhitan

Alhamdulillah! :)

Semuanya serba mendadak. Serius deh. Malam takbiran yang lalu (tanggal 16 Juli 2015), Umar dan Salman sedang menemani Bunda ke Bunderan Cibiru. Kemudian, Bunda membaca info khitan yang akan diselenggarakan tanggal 26 Juli. Artinya, 10 hari ke depan! Waduh! Ini ada kesempatan bagus, sekaligus bisa untuk dua orang!

Tanpa berpikir terlalu panjang, ditambah persetujuan keduanya yang kaget tapi sekaligus senang, Bunda diberikan keterangan untuk jadwal cek kondisi kesehatan krucil yaitu tanggal 25 Juli. Baiklah, sementara itu... Siapkan diri dengan baik!

Tanggal 25 Juli, setelah shalat zuhur, krucil memeriksakan diri ke dokter dan alhamdulillah dinyatakan sehat untuk bisa melaksanakan khitan. Bersiap deh!

Tanggal 26 Juli di pagi hari setelah sarapan, krucil pergi menuju tempat khitan. Dokter kagum dengan dua anak kecil yang diam tenang dan tak menangis. Prosesnya terbilang cukup lancar. Hanya saja, Umar sempat mengalami pendarahan tak lama setelah khitan, sehingga dia harus rehat selama 15 menit sebelum diizinkan berdiri lagi. Pukul 10 pagi semuanya beres dan pulang menggunakan angkot carteran. Di dalam angkot, obat bius Salman mulai habis. Dia meringis menahan sakit. Duh, kebayang kan sakitnya? :( Ternyata lalu lintas pun tak bersahabat. Macet banget ke arah rumah. Sampai di rumah, setelah berganti pakaian dan cuci kaki+tangan, makan siang dan lanjut minum obat.

Demam dua hari. Bunda kedubrakan untuk mengurus dua jagoan yang luar biasa ini. Bergantian luka bekas khitan dibersihkan secara telaten. Ketika tanggal 30 Juli kembali ke klinik untuk diperiksa, dokter menyatakan bahwa mereka sehat, jahitannya bagus, dan tak ada infeksi. Alhamdulillah!

Tanggal 31 Juli, setelah yakin bahwa mereka berdua sudah siap untuk berjalan jauh, mari ke Jakarta! Hohohoho.... Nekat yah? Tapi ternyata krucils sehat, kuat, dan tangguh. Gak sakit. Meski jahitannya masih tersisa bagian simpul yang menempel, tak memengaruhi mereka untuk eksis.

GOOD BOYS! Thank You, Allah :) 

Monday, July 28, 2014

30 ORANG YANG PERTAMA DALAM ISLAM

Dikutip dari fanpage Ustadz Azhar Idrus di SINI:

1. Orang yang pertama menulis Bismillah : Nabi Sulaiman AS.
2. Orang yang pertama minum air zamzam : Nabi Ismail AS.
3. Orang yang pertama berkhatan : Nabi Ibrahim AS.
4. Orang yang pertama diberikan pakaian pada hari qiamat : Nabi Ibrahim AS.
5. Orang yang pertama dipanggil oleh Allah pada hari qiamat : Nabi Adam AS.
6. Orang yang pertama mengerjakan saie antara Safa dan Marwah : Sayyidatina Hajar (Ibu Nabi Ismail AS).
7. Orang yang pertama dibangkitkan pada hari qiamat : Nabi Muhammad SAW.
8. Orang yang pertama menjadi khalifah Islam : Abu Bakar As Siddiq RA.
9. Orang yang pertama menggunakan tarikh hijrah : Umar bin Al-Khattab RA.
10. Orang yang pertama meletakkah jawatan khalifah dalam Islam : Al-Hasan bin Ali RA.
11. Orang yang pertama menyusukan Nabi SAW : Thuwaibah RA.
12. Orang yang pertama syahid dalam Islam dari kalangan lelaki : Al-Harith bin Abi Halah RA.
13. Orang yang pertama syahid dalam Islam dari kalangan wanita : Sumayyah binti Khabbat RA.
14. Orang yang pertama menulis hadis di dalam kitab / lembaran : Abdullah bin Amru bin Al-Ash RA.
15. Orang yang pertama memanah dalam perjuangan fisabilillah : Saad bin Abi Waqqas RA.
16. Orang yang pertama menjadi muazzin dan melaungkan adzan: Bilal bin Rabah RA.
17. Orang yang pertama bersembahyang dengan Rasulullah SAW : Ali bin Abi Tholib RA.
18. Orang yang pertama membuat minbar masjid Nabi SAW : Tamim Ad-dary RA.
19. Orang yang pertama menghunuskan pedang dalam perjuangan fisabilillah : Az-Zubair bin Al-Awwam RA.
20. Orang yang pertama menulis sirah Nabi SAW : Ibban bin Othman bin Affan RA.
21. Orang yang pertama beriman dengan Nabi SAW : Khadijah binti Khuwailid RA.
22. Orang yang pertama mengasaskan usul fiqh : Imam Syafei RH.
23. Orang yang pertama membina penjara dalam Islam: Ali bin Abi Tholib RA.
24. Orang yang pertama menjadi raja dalam Islam : Muawiyah bin Abi Sufyan RA.
25. Orang yang pertama membuat perpustakaan awam : Harun Ar-Rasyid RH.
26. Orang yang pertama mengadakan baitul mal : Umar Al-Khattab RA.
27. Orang yang pertama menghafal Al-Qur'an selepas Rasulullah SAW : Ali bin Abi Tholib RA.
28. Orang yang pertama membina menara di Masjidil Haram Mekah : Khalifah Abu Ja'far Al-Mansur RH.
29. Orang yang pertama digelar Al-Muqry : Mus'ab bin Umair RA.
30. Orang yang pertama masuk ke dalam syurga : Nabi Muhammad SAW.