Monday, September 11, 2017

Helicopter Parenting

Baca-baca twit yang seru banget soal parenting dan bikin Bunda mau nyusun di sini.

Berawal dari twit:

"Jadi, dia adalah hasil dari pola Helicopter Parenting"
Kemudian,

"Jadi orang tua berlaku kayak helikopter, ngikutin kemanapun anak berada, nyorotin jalan, dan langsung ngulurin tangga saat anak kesulitan."

"Menurut banyak ahli, kaum milenial zaman sekarang banyak yang terpapar pola asuh ini. Coba cek banyak berita deh."



"Pernah baca orang tua yang ngelabrak guru karena guru ngehukum anak yang melakukan kesalahan di sekolah? Nah itu contohnya."

"Atau paling ringan, didatengin tetangga karena anak kita berantem? Yang ujungnya malah orang tuanya musuhan, anak-anak main lagi 5 menit kemudian."

Cek juga penjelasan dari seorang psikolog, Anna Surti Ariani di sini.

"Biasanya tipe parenting ini diterapkan oleh orang tua di kalangan menengah ke atas dan hidup sejahtera finansial."



"Siapa yang sudah bekerja bekeluarga tapi masih dapat uang saku dan kehidupannya ditanggung orang tua? Asik gak punya "helikopter"? 😉"

"Orang tua yang telah sukses menjalani hidupnya cenderung ingin dengan sangat (baca: memaksa) anaknya untuk mengikuti caranya."

"Padahal ga semua buah jatuh tak jauh dari pohonnya, kadang ada yang ga sempet jatuh udah dijual ke tengkulak. 😝"

"Pola asuh ini juga bisa mempengaruhi pekerjaan anak kelak lho. Liat deh:"
"Helicopter parent menjaga anaknya agar tidak terlibat dalam konflik. Mereka ikut campur dalam hubungan pertemanan."

"Mereka juga melakukan apapun yang seharusnya jadi tugas anak. Siapa yang suka bikinin PR anak hayoooo?"

"Orang tua ini juga menjaga anaknya bak pualam. Ga boleh terluka. Fisik dan hati. Maka banyak hal yang dibatasi dan ketat diawasi."

"Yang paling parah, mereka mau anaknya selalu superior. Menjadi pemenang di setiap persoalan, baik ada atau tidaknya pertandingan."

"Pernah gak, punya rekan kerja yang kayak kutu loncat? Pindah sana sini karena alasan dia gak pernah dapat spotlight."

"Kalau sekarang dia nganggur dengan alasan idealis, coba suruh baca ini: 😂"

Helicopter Parents Are Raising Unemployable Children

Artikel menarik.

"Bukan seksis ya, tapi anak perempuan lebih banyak "dimonitor" terus selama hidupnya."



"Anak memang harta yang paling berharga, tapi kalau jadinya kayak begini mau dikekepin terus sampai tua?"



"Yuk ambil kaca sambil baca ini, apakah kita termasuk yang over parenting?"



"Penasaran apa kita sebenernya terjebak di pola asuh ini? Coba cek poin ini:"



Tambahan info kalau masih belum yakin, bisa cek artikel ini:

5 Signs You Were Raised By Helicopter Parents

"Helicopter parenting bukan sekadar orangtua kasih uang, tapi kasih koneksi. Mau masuk kantor, koneksi papa. Mau naik jabatan, koneksi papa." (Falla Adinda)

"Biasanya dimulai dari kuliah. Mau masuk negeri, papamama usahain semua cara utk masukin anak. Lanjut pas kerja, lanjut pas mau naik jabatan." (Falla Adinda)

"Yang bahaya jadi fungsi endurance anak diambil alih orang tua. Iya kalau si orangtua umur panjang, ketika mereka ga ada; ketahanan anak lemah." (Falla Adinda)

=-=-=-=-=

Sekian. Lumayan kan, ilmu baru untuk semua orangtua, termasuk Bunda.

Semoga bermanfaat!



Thursday, June 8, 2017

Ujian Ketahanan Fisik Salman

18 Mei 2017.

Hari biasa. Berjalan seperti biasa. Hingga siang hari sekitar pukul dua, Bunda pergi ke Indomaret untuk membeli beberapa barang. Semuanya tampak normal.

Sekitar pukul 14.30 WIB, saat sedang menunggu ojek, Bunda melihat sebuah taksi melintas di depan Indomaret. Suatu pemandangan yang umum. Ojek belum datang, taksi yang sama kembali melintas, kali ini keluar dari jalan Manisi.

Tapi perasaan Bunda jadi gak enak...

Akhirnya mendapatkan ojek, pulang ke rumah. Baru membuka laptop untuk kembali bekerja, tiba-tiba sekelompok anak-anak datang sambil menggotong Salman dalam sebuah sarung besar. Mereka bersahutan berteriak, "Salman kecelakaan!" "Salman keserempet mobil!" "Salman kelindes mobil!"

Bunda, alih-alih panik, melihat dengan seksama ke arah Salman yang tampak kesakitan. Memeriksa kaki kanan Salman yang tampak memar, lecet di beberapa tempat, dan kesakitan ketika disentuh di dekat tulang kering. Bunda masih berpikir ini hanya keseleo.

"Salman kena mobil," sahut salah seorang temannya.

"Kena apanya?" tanya Bunda.

"Kena ban mobil," jawabnya.

"Kesenggol? Keserempet?" tanya Bunda lagi.

"Kelindes, Bun," jawab temannya yang lain.

Setelah itu, rumah semakin ramai oleh tetangga yang berdatangan. Bunda merasa pusing melihat orang sebanyak itu. Di antara yang datang, Mama Dek Iki menyarankan langsung ke tukang urut. Bunda bimbang. Ingin langsung ke IGD, tapi kepala sudah hilang fokus.

Ke rumah tetangga lain, mengecek apakah ada tulang yang patah atau retak. Tetangga itu bilang, iya tampaknya ada yang retak. Coba dibawa ke Aa Cimande (lokasinya tak jauh dari Jalan Desa Cipadung).

Akhirnya sekitar pukul 15.30 WIB ke Aa Cimande, diurut dan dibalut oleh kain yang ditahan oleh kertas karton tebal. Bunda tak puas. Rasanya tetap ingin ke dokter. Tapi Bunda ingin mencari tahu siapa yang sudah tega pada Salman seperti ini?

Bunda mencari tahu ke pool taksi yang diduga menyerempet Salman itu. Bunda baru mendapat kabar keesokan harinya pada pukul 7 pagi. Akhirnya, Bunda segera pergi ke daerah Gunung Batu (di barat Bandung, artinya dari ujung ke ujung) bersama Papap.

19 Mei 2017

Salman demam. Kakinya bengkak. Tetapi alhamdulillah, napsu makannya tetap tak berubah.

Bunda meninggalkan Salman dan Abang di rumah. Bunda dan Papap pergi ke Gunung Batu. Di pool taksi itu, Bunda tak menemui supirnya, yang beralasan dapat jadwal off sehingga dia tak masuk kantor. Justru, harusnya dia bisa ke kantor untuk menemui Bunda dan Papap, kan?

Buntu di hari pertama ketemu pihak taksi (Jumat). Awalnya minta Senin bertemu kembali, tetapi disepakati besoknya, Sabtu, untuk bertemu supir taksinya.

20 Mei 2017

Bunda sendirian ke pool taksi karena Papap tak bisa menemani. Bunda juga terpaksa meninggalkan Salman kembali sendirian di rumah. Bunda bertemu dengan supir taksinya dan tak ada kata sepakat untuk ganti rugi (yang terutama secara moril) dari pihak taksi. Senin, Bunda kembali untuk bertemu dengan pihak manajemen.

21 Mei 2017

Salman mengganti kapas di Aa Cimande. Bunda setengah hati ke sana dan masih ingin ke Rumah Sakit untuk melakukan rontgen. Kakinya masih bengkak.

22 Mei 2017

Bunda dan Papap kembali ke pool taksi dan kali ini bertemu langsung dengan pimpinan perusahaan taksi itu. Bunda dan Papap merasa tak nyaman dengan suasana di ruangan tersebut. Entah mengapa, Bunda rasanya mual dan mendadak benci keadaan ketika meminta keadilan saja seperti mengemis. Bunda sampai tak tahu lagi harus bicara apa.

23 Mei 2017

Bunda membawa Salman ke Rumah Sakit Ujungberung untuk menemui dokter dan akhirnya di-rontgen. Dokter yang lebih muda (gak tau siapa namanya) mencurigai kaki Salman retak. Dokter Dadan malah mikirnya tulang Salman bergeser. Bunda terpana. Hasilnya akan diketahui keesokan harinya, tapi Bunda ada acara di Hotel Harris, jadinya baru bisa kembali ke rumah sakit tanggal 26.

25 Mei 2017

Seharian, Bunda berdoa kepada Allah. Bunda benar-benar membutuhkan keajaiban dari Allah, agar hasil rekam foto rumah sakit itu akan menunjukkan hasil sebaliknya. Bahwa kaki Salman sehat dan tak ada sakit apapun. Bunda merasa ada di titik terendah saking lelahnya berpikir. Sedih melihat kondisi Salman.

Untungnya, sejak tanggal 18 itu, teman-teman Bunda dari Grup Para Rasul Telegram Sejarah menguatkan dengan berbagi cerita seru. Bahkan Om Doneh bilang, "Anak laki kalau belum babak belur ya belum jadi laki." Benar juga ya?

Bahkan Om Sam Ardi juga berjanji akan membantu secara hukum, seandainya terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

26 Mei 2017

Bunda dan Salman kembali ke rumah sakit. Ketika mengambil hasil rontgen, Bunda tak hentinya bersyukur kepada Allah. There was no mistake! Kaki Salman normal jika melihat hasil rekam foto itu. Demi meyakinkan hati, saat menemui dokter pun, hasilnya sama. Dokter Dadan bilang, "Bagus nih. Kakinya gak papa." Dokternya bingung. Diagnosisnya tempo hari ternyata salah.

Bukan, dok. Mungkin memang diagnosis dokter benar. Tapi Allah memberi keajaiban itu. Allah Maha Tahu, Bunda tak akan bertahan lebih lama lagi. Meski Salman memperlihatkan kondisi yang membaik secara fisik, ada yang membuatnya ingin berontak. Mungkin, jenuh karena dilarang bermain ke luar rumah. Mungkin Salman ingin menghilangkan trauma dengan caranya sendiri.

Allah Tahu, Bunda tak mau dan tak akan bisa bersabar jika berurusan dengan perusahaan taksi itu lagi. Papap juga sudah berharap agar tak bertemu lagi dengan pihak taksi.

27 Mei 2017

Ramadan hari pertama. Allah ingin Bunda dan Papap juga Umar dan Salman berpuasa dengan hati tenang dan pikiran lapang. Allah Maha Sayang.

Salman pun seperti tak pernah mengalami kecelakaan itu. Tinggal menyembuhkan luka lecet yang agak lebar, setelah itu selesai.

No more drama!



Sampai Bunda menulis post ini pun, Bunda merasa, ada bantuan-bantuan tak kasat mata yang melindungi dan menguatkan. Oh ya, tentu saja. Semua kembali kepada Allah.

Tetap sehat yaaaa, mujahid kecilnya Bunda!


Wednesday, February 22, 2017

Si Keras Kepala Kecintaan Bunda

Melihat Salman semakin besar setiap hari, ada satu hal yang membuat Bunda selalu tersenyum geli. Ternyata, Salman sangat mirip Bunda dari segi sifat.

Keras kepala, cuek, agak egois, periang, dan mudah sedih.

Sisi positifnya, semua sifat itu membuatnya tumbuh menjadi anak yang kuat karena tempaan lingkungan dan keadaan.

Bunda bangga dan bahagia melihat Salman tetap sehat dan tertawa setiap hari. Banyak cerita darinya yang membuat Bunda tak habis pikir, anak kecil ini ternyata memiliki kekhasan tersendiri yang tak ada duanya.

Pelukannya semakin erat dan bertenaga. Sudah tak bisa lagi digendong Bunda karena tubuhnya ternyata semakin berat, meski dari jauh tampaknya kurus. Hahahah, bagian ini selalu jadi bahan candaan kami. Apalagi, kalau Salman bilang, "Aku kan makin gede, Bunda makin tua." Duh, Hidung Lucu nan tampan ini semakin menggemaskan.

Semoga, Bunda masih bisa menemani Salman menjalani hari-harinya, mempersiapkan fisik dan mentalnya untuk menjadi tentara Allah kelak. Inshaa Allah ;)

Sudah Pra Remaja

Umar, seorang anak tangguh yang tak lagi mau dibilang anak kecil.

Dulu, ketika Umar lahir, semesta tampak menghujani dirinya dengan doa.

Kini, semesta masih setia menemani setiap langkahnya, tumbuh dan berkembang semakin besar dan kuat.

Bunda semakin kesepian. Karena melihat ada yang berubah. Ternyata, Umar pun merasakan hal yang sama.

"Aku ingin selalu dekat Bunda," bisiknya setiap kali merindu karena ditinggal pergi Bunda. Tetapi, Umar juga semakin sering bermain ke luar, hampir seharian. Sehingga, rindu itu pun menganak sungai di hati Bunda.

Alhamdulillah, anak yang baru mencoba mengepakkan sayap dan terbang lebih jauh ini tak kurang sesuatu pun. Allah menganugerahi kesehatan, kebahagiaan, dan kekuatan, sekaligus kesabaran tanpa tepi.

Hey, Nak! Jangan lupa untuk memeluk Bunda dan berkata, "Nite, Mom" setiap kamu mau pergi tidur.

Peluk cium selalu,
-Bunda-

Friday, January 1, 2016

10 Amanat Anak Kepada Bunda dan Ayah

1. Tanganku kecil; tolong jangan terlalu sempurna ketika aku sedang membereskan tempat tidurku, menggambar, atau melempar bola. Kakiku masih pendek; tolong jangan terlalu cepat saat melangkah supaya aku dapat berjalan bersama Bunda dan Ayah.

2. Mataku tidak seperti mata Bunda dan Ayah. Aku belum melihat semua hal di dunia ini. Beri aku kesempatan untuk dapat menjelajahi dunia ini dengan aman dan jangan larang aku kalau tidak perlu sama sekali.

3. Aku tahu ada banyak pekerjaan di rumah dan di kantor yang harus Bunda dan Ayah kerjakan. Aku tidak akan lama menjadi anak kecil, tolong berikan aku waktu dan perhatian untuk menjelaskan tentang dunia yang indah ini dan lakukanlah dengan sepenuh hati.

4. Perasaanku lembut. Perlakukan aku sebagaimana Bunda dan Ayah ingin diperlakukan oleh orang lain. Jangan marah kepadaku sepanjang hari. Aku ingin Bunda dan Ayah sensitif dengan kebutuhanku.

5. Aku adalah hadiah istimewa dari Allah SWT. Arahkan, bimbing, dan siapkan diriku untuk dapat menghadapi masa depanku yang tidak sama dengan zamanmu. Berilah aturan, penghargaan, dan juga konsekuensi (bukan hukuman tanpa penjelasan yang membuatku dendam) atas perbuatanku yang salah sehingga aku mengerti mana yang benar dan salah.

6. Aku membutuhkan dukungan dan dorongan Bunda serta Ayah untuk tumbuh dan berkembang optimal bukan hanya kritikan. Bunda dan Ayah dapat mengkritik perbuatanku tanpa harus membenciku.

7. Berikan aku kesempatan berlatih mengambil keputusan untuk diriku sendiri. Izinkan aku untuk mengalami kegagalan atau berbuat kesalahan sehingga aku dapat belajar. Bantu aku untuk mengatasi kegagalan dan memperbaiki kesalahan sehingga di masa depanku sudah siap mengambil keputusan yang tepat untuk hidupku.

8. Jangan lakukan semuanya untukku karena aku akan merasa bahwa apa yang kulakukan tidak memenuhi standar atau harapan Bunda dan Ayah. Tolong jangan bandingkan aku dengan anak lain atau dengan saudara kandungku. Aku tahu ini memang berat bagi Bunda dan Ayah.

9. Jangan takut meninggalkanku jika memang Bunda dan Ayah perlu pergi berdua. Anak-anak juga membutuhkan liburan tanpa orangtua sama seperti Bunda dan Ayah yang membutuhkan liburan tanpa anak-anaknya.

10. Bawa aku ke masjid secara rutin dan berikan aku contoh bagaimana menjadi muslim yang baik. Aku ingin tahu lebih banak tentang Allah SWT dan Rasul-Nya.

=-=-=-=-=-=-=
Pengarang tidak diketahui. Terjemahan bebas dari Bahasa Inggris oleh Ibu Ery Soelresno,Psi dan disunting oleh AnDiana

23 Juli 2005 / Depok.

Monday, December 7, 2015

Ketika Usia Si Sulung Masuk Dua Digit

Hari ini tanggal 7 Desember. Sepuluh tahun lalu, Bunda bertemu dengan seorang malaikat kecil yang namanya sudah disiapkan sebulan sebelumnya: Umar Rizqi Musthafa.

Mengapa harus nama itu?

Umar, karena doa Bunda ingin si kecil meneladani sang khalifah, sahabat Rasulullah yang sangat pemberani. Juga, sebagai tanda terima kasih kepada seseorang yang pernah sangat berjasa.

Rizqi, tentu saja karena si ganteng itu adalah anugrah terindah dari Allah. Luar biasa rasanya bisa mendengar suaranya pertama kali. Allah maha baik :)

Musthafa, salah satu panggilan Rasulullah yang terdengar syahdu di telinga Bunda. :)

Hari ini...
Usia Umar persis menapaki tangga dua digit. Menjelang dewasa. Sudah lebih luas bergaulnya, Lebih bijaksana ketika memberi pandangan dan pendapatnya. Meski terkadang, jiwanya yang kekanakan masih muncul, tak mengapa :)

Sepuluh tahun menjadi ibu, belajar dari sang guru yang justru lebih sabar dari muridnya. Umar adalah guru kehidupan yang penuh keajaiban.

Doa terbaik dari Bunda mengalir setiap saat untuk sang jagoan yang semakin mandiri dan tegar. Sungguh, Bunda adalah murid yang lemah. Terima kasih dengan segala kesabaran dan senyum menenangkan yang selalu Bunda rindukan itu...

Sepenuh cinta,
Bunda.

Wednesday, September 16, 2015

Duo Krucil Kena Sakit Cacar

Cerita yang tertinggal.

Akhirnya, yang membuat Bunda deg-degan terjadi juga. Hihihihi... *lah, malah ketawa*

Dimulai pada hari Sabtu tanggal 5 September, Salman mulai uring dan merasa ada yang tak beres dengan badannya sendiri. Bunda masih berpikir bahwa Salman kecapekan main. Tapi Bunda perhatikan banyak bintik-bintik kecil.

Tanggal 7 September, mulai terlihat bintik-bintik merah di beberapa tempat di tubuh Salman. Anehnya, Bunda masih belum yakin dan ngeh jika itu cacar air. Justru pada tanggal 8 September pagi, ketika sedang membeli jamu, si mbak nyeletuk, "Wah, Adek kena cacar ya? Tuh, melentung-melentung gitu. Istirahat ya, Dek? Anget ya? Bobo yang banyak."

Bunda terpana. Wah! Karena selama ini Umar dan Salman tak mengapa bila ditinggal keluar rumah, maka Bunda pun berpikir hari ini tak apa-apa bila ditinggal. Ternyata ketika Bunda pulang di sore hari, sekujur tubuh Salman mulai memperlihatkan cacarnya. Sebagian kecil sudah pecah (karena Salman tidak bisa diam) dan mulai gatal.

Duh... Duh... Duh... Akhirnya pula, Bunda terpaksa minta izin tidak masuk kerja untuk bisa merawat Salman meski hanya sehari.

Demam dua hari membuatnya rewel. Cacar menjadikan dirinya terisolasi di rumah. Tak bisa bermain. Tak boleh menggaruk bagian yang gatal, dan sulit mengunyah karena lidahnya pun terkena. Ah, sabar ya, Nak! :)

Seminggu kemudian, tepat setelah cacarnya mengering, Umar mulai mengeluhkan bahwa dirinya gatal-gatal. Owowow... Menularnya langsung! Bunda tertawa kecil melihat wajah Abang yang merajuk.

Tanggal 14 September, Abang Umar mendapatkan gilirannya. Salman yang sudah membaik sepertinya puas melihat Abangnya ketularan. "Hahaha, Abang kena! Abang kena!" Ya ampun! :D

Hanya berbekal mandi dengan sabun antiseptik dan pakai talc obat, kedua jagoan Bunda berangsung sembuh, kulitnya tidak meninggalkan koreng. Alhamdulillah. :) 

Tuesday, September 8, 2015

Duo Krucil Sudah Dikhitan

Alhamdulillah! :)

Semuanya serba mendadak. Serius deh. Malam takbiran yang lalu (tanggal 16 Juli 2015), Umar dan Salman sedang menemani Bunda ke Bunderan Cibiru. Kemudian, Bunda membaca info khitan yang akan diselenggarakan tanggal 26 Juli. Artinya, 10 hari ke depan! Waduh! Ini ada kesempatan bagus, sekaligus bisa untuk dua orang!

Tanpa berpikir terlalu panjang, ditambah persetujuan keduanya yang kaget tapi sekaligus senang, Bunda diberikan keterangan untuk jadwal cek kondisi kesehatan krucil yaitu tanggal 25 Juli. Baiklah, sementara itu... Siapkan diri dengan baik!

Tanggal 25 Juli, setelah shalat zuhur, krucil memeriksakan diri ke dokter dan alhamdulillah dinyatakan sehat untuk bisa melaksanakan khitan. Bersiap deh!

Tanggal 26 Juli di pagi hari setelah sarapan, krucil pergi menuju tempat khitan. Dokter kagum dengan dua anak kecil yang diam tenang dan tak menangis. Prosesnya terbilang cukup lancar. Hanya saja, Umar sempat mengalami pendarahan tak lama setelah khitan, sehingga dia harus rehat selama 15 menit sebelum diizinkan berdiri lagi. Pukul 10 pagi semuanya beres dan pulang menggunakan angkot carteran. Di dalam angkot, obat bius Salman mulai habis. Dia meringis menahan sakit. Duh, kebayang kan sakitnya? :( Ternyata lalu lintas pun tak bersahabat. Macet banget ke arah rumah. Sampai di rumah, setelah berganti pakaian dan cuci kaki+tangan, makan siang dan lanjut minum obat.

Demam dua hari. Bunda kedubrakan untuk mengurus dua jagoan yang luar biasa ini. Bergantian luka bekas khitan dibersihkan secara telaten. Ketika tanggal 30 Juli kembali ke klinik untuk diperiksa, dokter menyatakan bahwa mereka sehat, jahitannya bagus, dan tak ada infeksi. Alhamdulillah!

Tanggal 31 Juli, setelah yakin bahwa mereka berdua sudah siap untuk berjalan jauh, mari ke Jakarta! Hohohoho.... Nekat yah? Tapi ternyata krucils sehat, kuat, dan tangguh. Gak sakit. Meski jahitannya masih tersisa bagian simpul yang menempel, tak memengaruhi mereka untuk eksis.

GOOD BOYS! Thank You, Allah :) 

Monday, July 28, 2014

30 ORANG YANG PERTAMA DALAM ISLAM

Dikutip dari fanpage Ustadz Azhar Idrus di SINI:

1. Orang yang pertama menulis Bismillah : Nabi Sulaiman AS.
2. Orang yang pertama minum air zamzam : Nabi Ismail AS.
3. Orang yang pertama berkhatan : Nabi Ibrahim AS.
4. Orang yang pertama diberikan pakaian pada hari qiamat : Nabi Ibrahim AS.
5. Orang yang pertama dipanggil oleh Allah pada hari qiamat : Nabi Adam AS.
6. Orang yang pertama mengerjakan saie antara Safa dan Marwah : Sayyidatina Hajar (Ibu Nabi Ismail AS).
7. Orang yang pertama dibangkitkan pada hari qiamat : Nabi Muhammad SAW.
8. Orang yang pertama menjadi khalifah Islam : Abu Bakar As Siddiq RA.
9. Orang yang pertama menggunakan tarikh hijrah : Umar bin Al-Khattab RA.
10. Orang yang pertama meletakkah jawatan khalifah dalam Islam : Al-Hasan bin Ali RA.
11. Orang yang pertama menyusukan Nabi SAW : Thuwaibah RA.
12. Orang yang pertama syahid dalam Islam dari kalangan lelaki : Al-Harith bin Abi Halah RA.
13. Orang yang pertama syahid dalam Islam dari kalangan wanita : Sumayyah binti Khabbat RA.
14. Orang yang pertama menulis hadis di dalam kitab / lembaran : Abdullah bin Amru bin Al-Ash RA.
15. Orang yang pertama memanah dalam perjuangan fisabilillah : Saad bin Abi Waqqas RA.
16. Orang yang pertama menjadi muazzin dan melaungkan adzan: Bilal bin Rabah RA.
17. Orang yang pertama bersembahyang dengan Rasulullah SAW : Ali bin Abi Tholib RA.
18. Orang yang pertama membuat minbar masjid Nabi SAW : Tamim Ad-dary RA.
19. Orang yang pertama menghunuskan pedang dalam perjuangan fisabilillah : Az-Zubair bin Al-Awwam RA.
20. Orang yang pertama menulis sirah Nabi SAW : Ibban bin Othman bin Affan RA.
21. Orang yang pertama beriman dengan Nabi SAW : Khadijah binti Khuwailid RA.
22. Orang yang pertama mengasaskan usul fiqh : Imam Syafei RH.
23. Orang yang pertama membina penjara dalam Islam: Ali bin Abi Tholib RA.
24. Orang yang pertama menjadi raja dalam Islam : Muawiyah bin Abi Sufyan RA.
25. Orang yang pertama membuat perpustakaan awam : Harun Ar-Rasyid RH.
26. Orang yang pertama mengadakan baitul mal : Umar Al-Khattab RA.
27. Orang yang pertama menghafal Al-Qur'an selepas Rasulullah SAW : Ali bin Abi Tholib RA.
28. Orang yang pertama membina menara di Masjidil Haram Mekah : Khalifah Abu Ja'far Al-Mansur RH.
29. Orang yang pertama digelar Al-Muqry : Mus'ab bin Umair RA.
30. Orang yang pertama masuk ke dalam syurga : Nabi Muhammad SAW.

Saturday, July 26, 2014

Tulisan Pertama Umar

namaku umar. adikku salman.  bundaku diana.  
umurku 8.  hobiku membaca.

----------------------
Di atas itu adalah tulisan Umar yang pertama di blog ini. Bunda ingin tahu dia akan menulis apa di sini. Karena Umar lebih suka menggambar, disuruh menulis jadinya malah bingung. Hehehehe...

Nanti dicoba lagi. :)

Sejarah Islam : Jendral Perang Terhebat


9 Jendral Perang Terhebat Dalam Sejarah Islam

1. Khalid Bin Walid  / Khalid ibn al- Walid (584 - 642)

Khalid bin Walid adalah seorang panglima perang pada masa pemerintahan Khulafa arRasyidin yang termahsyur dan ditakuti di medan perang serta dijuluki sebagai Saifullah al-Maslul (pedang Allah yang terhunus). Dia Adalah salah satu dari panglima perang penting yang tidak terkalahkan sepanjang karirnya.

2. Muhammad Al-Fatih ( Mehmed II )
Sultan Mehmed II atau juga dikenal sebagai Muhammad Al-Fatih juga dikenal sebagai el-Fatih, "Sang Penakluk". Kejaya­­annya dalam menaklukkan Konstantinopel menyebabkan banyak kawan dan lawan kagum dengan kepimpinannya serta taktik & strategi peperangannya yang dikatakan mendahului pada zamannya dan juga kaedah pemilihan tenteranya. Ia merupakan anak didik Syekh Syamsuddin yang masih merupakan keturunan Abu Bakar As-Siddiq.

3. Salahuddin Ayyubi ( Saladin ) Salahuddin Ayyubi atau Saladin atau Salah ad-Din (1138 - 4 Mac 1193)
Adalah seorang jeneral dan pejuang muslim Kurdi dari Tikrit (daerah utara Iraq sekarang). Ia mendirikan Dinasti Ayyubiyyah di Mesir, Syria, sebahagian Yaman, Iraq, Mekah Hijaz dan Diyar Bakr. Salahuddin terkenal di dunia Muslim dan Kristen karena kepemimpinan, kekuatan tentera, dan sifatnya yang satria dan pengampun pada saat ia berperang melawan tentara salib. Sultan Salahuddin Al Ayyubi juga adalah seorang ulama. Ia memberikan catatan dan berbagai macam penjelasan dalam kitab hadits Abu Dawud

4. Abu Ubaidah bin al-Jarrah.
Abu Ubaidah bin al-Jarrah adalah Muhajirin dari kaum Quraisy Mekah yang termasuk antara yang paling awal memeluk agama Islam. Ia ikut berhijrah ke Habasyah (saat ini Ethiopia) dan kemudian, beliau berhijrah ke Madinah. Ia mengikuti setiap pertempuran dalam membela Islam. Setelah wafatnya Nabi Muhammad saw, beliau merupakan salah satu calon Khalifah bersama dengan Abu Bakar dan Umar bin Khattab. Setelah terpilihnya Abu Bakar sebagai Khalifah, beliau dilantik untuk menjadi panglima perang memimpin pasukan Muslim untuk berperang melawan kerajaan Rom. Beliau meninggal disebabkan oleh wabak penyakit.

5.Sa'ad bin Abi Waqqas.
Sa`ad bin Abī Waqqās merupakan salah seorang yang awal masuk Islam dan salah satu sahabat penting Muhammad. Kepahlawanan Sa'ad bin Abi Waqqas tertulis saat memimpin pasukan Islam melawan tentara Persia di Qadissyah. Peperangan ini merupakan salah satu peperangan terbesar umat Islam.

6. Tariq Bin Ziyad.
Tariq bin Ziyad, dikenal dalam sejarah Sepanyol sebagai legenda dengan sebutan Taric el Tuerto (Taric yang memiliki satu mata), adalah seorang jeneral dari dinasti Umayyah yang memimpin penaklukan muslim atas wilayah Al-Andalus (Spanyol, Portugal, Andorra, Gibraltar dan sekitarnya) pada tahun 711 M.

7. Syurahbil bin Hasanah (583-639)
Adalah sahabat Muhammad saw. Dia merupakan salah satu komander terbaik dalam pasukan Rasyidin, bertugas di bawah Khalifah Rasyidin Abu Bakar dan Umar bin Khattab. Dia merupakan salah satu komander lapangan utama selama penaklukan Muslim di Syria, bertugas sejak tahun 634 hingga kematiannya pada tahun 639 akibat wabak.

8. Abdullah bin Aamir.
Abdullah bin Aamir adalah gabenor Busrha (647–656) dan merupakan jeneral tentera yang sangat berjaya pada masa pemerintahan Khalifah Rasyidin Othman bin Affan. Dia terkenal atas kehebatannya dalam pengurusan ketenteraan.

9. Amru Bin Ash.
Pada awalnya beliau pernah mengambil bahagian dalam peperangan menentang Nabi Muhammad SAW dan kaum Muslim namun masuk Islam bersama Khalid bin Walid. Enam bulan setelah memeluk Islam, beliau bersama Rasulullah SAW menakluk Mekah dalam peristiwa Fathul Mekkah. Ia adalah panglima perang yang bijak dalam mengatur strategi perang.Beliau adalah panglima perang yang menaklukan Baitul Maqdis dan Mesir dari cengkaman Romawi. Ia kemudian dilantik sebagai gabenor Mesir oleh Umar bin Khattab, tetapi kemudian dipecat oleh Khalifah Usman bin Affan. Selanjutnya Muawiyah bin Abu Sufyan melantik kembali beliau menjadi gabenor Mesir. Panglima Amru mengerahkan tentera agar menjujung Al Quran dihujung tombak, ia menggunakan cara ini dalam pertempuran dengan Ali bin Abi Thalib agar Ali bin Abi Thalib menghentikan serangan.

Tuesday, August 20, 2013

Ayo Bereksplorasi di Dapur!

Berikut ini artikel dari SINI tentang manfaat anak belajar di dapur. Baca yuk!

----------------
Usia balita 4-5 tahun. 
Anak usia ini sudah mulai memahami sebab akibat. Mintalah dia berhati-hati saat menggunakan peralatan dapur. Kenalkan peralatan apa saja yang aman dipakainya dan berikan alasannya.  Stimulasi yang bisa diberikan lebih mengarah pada kemampuan kognitif, psikomotorik, dan bahasa. Beberapa tugas di dapur yang bisa dilakukannya adalah:
  • Asah motorik halusnya dengan mendekorasi makananan. Misalnya, mengoleskan mentega atau selai atau menaburkan cokelat atau keju di atas roti atau kue.  
  • Lambungkan kreatifitas dan imajinasinya dengan menghias kue atau makanan lainnya.
  • Latih logika berpikir anak tentang tahapan suatu proses hasil karya dengan mengajaknya membuat adonan kue hingga kue siap disantap.
  • Tambah pengetahuannya tentang makanan sehat dengan memintanya menyebutkan setiap bahan makanan yang digunakan. Hal ini sekaligus akan melatih daya ingatnya.
  • Kenalkan tekstur bahan makanan dengan meminta anak mencampur air dengan terigu dan telur hingga menggulung  adonan. Jangan lupa  ajarkan dia untuk selalu mencuci tangan lebih dulu untuk mengajarkannya tentang kebersihan dan kesehatan dalam memasak.
  • Stimulasi indera perasanya dengan mencoba mencicipi bahan makanan baru.
  • Ajarkan anak kebersihan dengan mencuci buah dan sayur.  Lalu minta dia memisahkan buah dan sayur ke dalam dua wadah yang berbeda. Ini akan melatihnya mengenal buah dan sayur sekaligus belajar mengelompokkan suatu benda.

Anak usia 6-10 tahun. 
Tangan anak sudah bisa lebih terkoordinasi. Keseimbangannya juga sudah lebih baik.  Jadi Anda bisa memberikannya tugas-tugas memasak yang lebih membutuhkan ketrampilan tangan.  Anak juga sudah bisa membaca dan memahami angka. Beberapa tugas di dapur yang bisa dilakukannya adalah:
  • Anak sudah bisa menggunakan pisau kecil dengan tingkat ketajaman yang rendah, tentunya tetap dalam pengawasan Anda. Ajari dia memotong atau mengupas bahan makanan yang mudah.
  • Asah motorik halusnya dengan memetik sayuran.
  • Asah kecerdasan visualnya lewat menghias suatu makanan seperti kue. Ini juga akan membuatnya lebih mengenal warna, arah, ruang dan bentuk.
  • Asah ketrampilannya membaca dan berhitung dengan mengajaknya ikut membaca resep sederhana dan menimbang bahan-bahan makanan.
  • Kenalkan dia dengan berbagai bentuk lewat mencetak adonan kue.
  • Latih indera penciuman dan daya ingat lewat permainan mengenal bumbu-bumbu dapur. Caranya: ambil beberapa bumbu dapur , sebutkan namanya dan minta anak mencium baunya dan mengingat namanya. Setelah itu uji pengetahuan dan daya ingatnya dengan memintanya mengambilkan bumbu yang ingin Anda gunakan dalam memasak.
  • Kenalkan berbagai macam cara mengolah bahan makanan. Seperti bagaimana mengukus dan memanggang makanan dengan cara yang aman tentunya.
  • Ajarkan kebersihan memasak dengan mengumpulkan dan membuah sisa-sisa bahan makanan yang sudah tidak bisa digunakan.

Anak usia 11-15 tahun. 
Usia ini anak sudah mulai mandiri. Kecerdasan motorik maupun visualnya juga lebih berkembang. Anda bisa memberinya tugas  seperti yang orang dewasa lakukan, namun tetap sesuaikan dengan kemampuanya dan perhatikan keamanannya. Beberapa tugas di dapur yang bisa dilakukannya adalah:
  • Pilihkan menu yang lebih banyak membutuhkan bahan makanan dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi.
  • Anak bisa diajarkan untuk mengolah makanan dengan cara menggoreng. Namun tetap di bawah pengawasan Anda.
  • Anak sudah bisa mengiris bawang, memarut keju,  atau melumatkan kentang. Bisa juga ajarkan dia menggunakan blender.
  • Beri dia tantangan membuat hidangan sederhana sendiri dan minta menulis resepnya serta memberi nama hidangan tersebut. Atau ajak dia beli buku resep simple dan ajak dia memprakterkannya. Supaya lebih semangat dalam memasak, Anda bisa mengajaknya belanja peralatan dapurnya sendiri.
  • Dorong kreatifitasnya dengan tantangan mengolah sisa bahan makanan yang masih bisa digunakan dan selalu libatkan anak ketika memilih bahan makanan.
  • Ajari untuk membereskan peralatan dapur setelah memasak termasuk membuang sampah dan mencuci piring.  
  • Untuk meningkatkan rasa percaya dirinya, buatkan playdate di mana anak bisa mengundah teman-temanya untuk mencicipin hidangan buatannya sendiri. Dia pun akan sangat bangga!

Monday, August 12, 2013

Mengapa Harus Mengantri?

Seorang guru di Australia pernah berkata:

“Kami tidak terlalu khawatir jika anak2 sekolah dasar kami tidak pandai Matematika” kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri.”

“Sewaktu ditanya mengapa dan kok bisa begitu ?” Kerena yang terjadi di negara kita justru sebaliknya.

Inilah jawabannya:

Karena kita hanya perlu melatih anak selama 3 bulan saja secara intensif untuk bisa Matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga 12 Tahun atau lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat pelajaran berharga di balik proses mengantri.
Karena tidak semua anak kelak akan berprofesi menggunakan ilmu matematika kecuali TAMBAH, KALI, KURANG DAN BAGI. Sebagian mereka anak menjadi Penari, Atlet Olimpiade, Penyanyi, Musisi, Pelukis dsb.
Karena biasanya hanya sebagian kecil saja dari murid-murid dalam satu kelas yang kelak akan memilih profesi di bidang yang berhubungan dengan Matematika. Sementara SEMUA MURID DALAM SATU KELAS ini pasti akan membutuhkan Etika Moral dan Pelajaran Berharga dari mengantri di sepanjang hidup mereka kelak.
”Memang ada pelajaran berharga apa dibalik MENGANTRI ?”

”Oh iya banyak sekali pelajaran berharganya;”

Anak belajar manajemen waktu jika ingin mengantri paling depan datang lebih awal dan persiapan lebih awal.
Anak belajar bersabar menunggu gilirannya tiba terutama jika ia di antrian paling belakang.
Anak belajar menghormati hak orang lain, yang datang lebih awal dapat giliran lebih awal dan tidak saling serobot merasa diri penting..
Anak belajar berdisiplin dan tidak menyerobot hak orang lain.
Anak belajar kreatif untuk memikirkan kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebosanan saat mengantri. (di Jepang biasanya orang akan membaca buku saat mengantri)
Anak bisa belajar bersosialisasi menyapa dan mengobrol dengan orang lain di antrian.
Anak belajar tabah dan sabar menjalani proses dalam mencapai tujuannya.
Anak belajar hukum sebab akibat, bahwa jika datang terlambat harus menerima konsekuensinya di antrian belakang.
Anak belajar disiplin, teratur dan kerapihan.
Anak belajar memiliki RASA MALU, jika ia menyerobot antrian dan hak orang lain.
Anak belajar bekerjasama dengan orang2 yang ada di dekatnya jika sementara mengantri ia harus keluar antrian sebentar untuk ke kamar kecil.
Anak belajar jujur pada diri sendiri dan pada orang lain.

dan mungkin masih banyak lagi pelajaran berharga lainnya, silahkan anda temukan sendiri sisanya.

Saya sempat tertegun mendengarkan butir-butir penjelasannya. Dan baru saja menyadari hal ini saat satu ketika mengajak anak kami berkunjung ke tempat bermain anak Kids Zania di Jakarta.

Apa yang di pertontonkan para orang tua pada anaknya, dalam mengantri menunggu giliran sungguh memprihatinkan.

Ada orang tua yang memaksa anaknya untuk ”menyusup” ke antrian depan dan mengambil hak anak lain yang lebih dulu mengantri dengan rapi. Dan berkata ”Sudah cuek saja, pura-pura gak tau aja !!”
Ada orang tua yang memarahi anaknya dan berkata ”Dasar Penakut”, karena anaknya tidak mau dipaksa menyerobot antrian.
Ada orang tua yang menggunakan taktik dan sejuta alasan agar anaknya di perbolehkan masuk antrian depan, karena alasan masih kecil capek ngantri, rumahnya jauh harus segera pulang, dsb. Dan menggunakan taktik yang sama di lokasi antrian permainan yang berbeda.
Ada orang tua yang malah marah2 karena di tegur anaknya menyerobot antrian, dan menyalahkan orang tua yang menegurnya.
dan berbagai macam kasus lainnya yang mungkin anda pernah alami juga?

Ah sayang sekali ya.... padahal disana juga banyak pengunjung orang Asing entah apa yang ada di kepala mereka melihat kejadian semacam ini?

Ah sayang sekali jika orang tua, guru, dan Kementrian Pendidikan kita masih saja meributkan anak muridnya tentang Ca Lis Tung (Baca Tulis Hitung), Les Matematika dan sejenisnya. Padahal negara maju saja sudah berpikiran bahwa mengajarkan MORAL pada anak jauh lebih penting dari pada hanya sekedar mengajarkan anak pandai berhitung.

Ah sayang sekali ya... Mungkin itu yang menyebabkan negeri ini semakin jauh saja dari praktek-praktek hidup yang beretika dan bermoral?

Ah sayang sekali ya... seperti apa kelak anak2 yang suka menyerobot antrian sejak kecil ini jika mereka kelak jadi pemimpin di negeri ini?

Semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua para orang tua juga para pendidik di seluruh tanah air tercinta. Untuk segera menyadari bahwa mengantri adalah pelajaran sederhana yang banyak sekali mengandung pelajaran hidup bagi anak dan harus di latih hingga menjadi kebiasaan setiap anak Indonesia. Mari kita ajari generasi muda kita untuk mengantri, untuk Indonesia yang lebih baik... .

================
Sumber tulisan: di sini

Tuesday, July 9, 2013

Gaya Bicara Pada Anak

Elizabeth Hartley dalam bukunya “Happy Children Through Positive Parenting” menyatakan bahwa gaya bahasa negatif mengakibatkan anak stress : merasa terhina, direndahkan, merasa tidak penting, merasa tidak mampu,tidak dihargai dsb. Selain itu mempengaruhi juga perkembangan anak secara negatif sehingga dapat menghambat anak dalam menggali berbagai potensi diri. Task Force for Personal and Social Responsibilities di Amerika menjelaskan bahwa setiap hari orang mendengarkan 432 kata dan kalimat negatif dan hanya 32 kata dan kalimat positif. Sebanyak 80 persen kata-kata itu menyakitkan, memberikan dampak psikologis buruk dan tidak memotivasi orang untuk bangkit. Sisanya, orang bertahan meskipun mendengar kata-kata tersebut. Oleh karena itu orang tua perlu belajar untuk tidak marah berlebihan apalagi mengancam anak. 

Ada beberapa contoh gaya bahasa negatif (GBN), dampaknya pada anak dan gaya bahasa positif (GBP) yang dapat dilakukan oleh orang tua terhadap anak pra sekolah maupun usia sekolah. Berikut contoh-contoh tsb :
*Melabel.
GBN : “Kok kamu ini males banget, ya..! Habis main selalu saja berantakan !”
Efek pd anak : anak tumbuh menjadi individu yang juga senang melabel orang lain.
GBP : ”Sayang, kalau mainan ini dirapihkan kembali, pasti kamarmu jadi rapi. Ayo bunda bantu !”
*Penolakan.
GBN : ”Bunda nggak akan ngajak kamu pergi lagi, soalnya kamu suka rewel dan banyak maunya”
Efek : Anak sulit untuk kooperatif/kerjasama dan sering melakukan penolakan juga.
GBP : ”Kamu boleh ikut bunda/ayah belanja ke supermarket, tapi kita hanya beli sayur, buah dan susu saja ya !”
*Merendahkan/tak menghargai.
GBN : ”Bunda nggak peduli apa alasan kamu, pokoknya bunda minta habis olah raga atau berenang, bajumu dan perlengkapan olah ragamu harus kembali !”
Efek : Anak suka memaksakan kehendak, selalu merasa paling benar dan tak memiliki kemampuan mengembangkan alternatif atau pilihan lainnya. 
GBP : ”Apa yang bunda bisa lakukan untuk membantu, agar tiap usai olah raga atau berenang, kamu selalu ingat untuk membawa kembali peralatan olah ragamu ?”
*Mengembangkan perasaan rendah diri.
GBN : ”Kalau kamu selalu nakal kaya begini, nanti bunda panggilkan polisi/satpam deh!”
Efek : Anak jadi seseorang yang senang menakut-nakuti atau mengancam.
GBP : “Bunda merasa sedih, bila kamu suka mengerjakan apa yang kamu inginkan, tanpa memberitahu bunda”
*Merendahkan kemampuan anak.
GBP : “Apa sulitnya sih pelajaran Bahasa Indonesia, masa’ cuma dapat 60 !?
Efek : Anak akan merendahkan kemampuan orang lain, sulit menghargai usaha baik orang lain, selalu melihat sisi negatif orang lain.
GBP : “Nak, lain kali nilaimu pasti bagus, asal kamu belajar sebaik mungkin !”
*Mengancam anak.
GBN : “Duh sarapan saja susahnya minta ampun. Terserah kamu deh. Nanti kalo di sekolah kamu pingsan, bunda gak mau tahu !”
Efek : anak mempunyai perilaku suka mengancam, melihat sisi negatif dari suatu hal dan perasaan khawatir yang tinggi.
GBP : “Nak, sebelum berangkat sekolah, sebaiknya kamu sarapan dulu. Itu penting, apalagi hari ini khan ada pelajaran olah raga.
Seperti nasehat aa Gym: mulailah dari sekarang, mulailah dari yang kecil dan mulailah dari yang terdekat. Yuk, mulai sekarang kita belajar merubah gaya bahasa kita menjadi positif, khususnya pada anak-anak kita. Tiada kata terlambat untuk berubah menjadi lebih baik. Semangaaaat :)
Sumber : artikel di tabloid Nakita dan penelusuran materi di internet