Tuesday, February 19, 2008

Gaji Papa Berapa?

Ini sih terusan imel dah lama ke inbox bunda. Gak ada salahnya ditulis ulang di sini,
sebagai bahan renungan bunda yang udah ninggalin Umar 5 hari dalam seminggu.
===

Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka
di Jakarta,tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya,Sarah,
putra pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya.
Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.

"Kok, belum tidur ?" sapa Andrew sambil mencium anaknya.

Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia
akan berangkat ke kantor pagi hari. Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang
keluarga, Sarah menjawab, "Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa
sih gaji Papa ?"

"Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?"

"Ah, enggak. Pengen tahu aja" ucap Sarah singkat.

"Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam
dan dibayar Rp. 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja.
Sabtu dan Minggu libur,kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papa
dalam satu bulan berapa, hayo ?"

Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar sementara
Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Andrew beranjak
menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari mengikutinya.
"Kalo satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam
Papa digaji Rp. 40.000,- dong" katanya.

"Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur" perintah Andrew

Tetapi Sarah tidak beranjak. Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian,
Sarah kembali bertanya, "Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- enggak?"

"Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang
malam-malam begini ? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah".

"Tapi Papa..."

Kesabaran Andrew pun habis. "Papa bilang tidur !" hardiknya mengejutkan Sarah.
Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.
Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok Sarah di kamar
tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Sarah didapati sedang terisak-isak
pelan sambil memegang uang Rp. 15.000,- di tangannya.

Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Andrew berkata,
"Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah. Tapi buat apa sih minta uang
malam-malam begini ? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa. Jangankan
Rp.5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih" jawab Andrew

"Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah
menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini".

"lya, iya, tapi buat apa ?" tanya Andrew lembut.

"Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga puluh
menit aja.Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga. Jadi, aku mau
ganti waktu Papa.Aku buka tabunganku, hanya ada Rp.15.000,- tapi karena Papa
bilang satu jam Papa dibayar Rp. 40.000,- maka setengah jam aku harus ganti
Rp. 20.000,-. Tapi duit tabunganku kurang Rp. 5.000, makanya aku mau pinjam
dari Papa" kata Sarah polos.

Andrew pun terdiam. ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat
dengan perasaan haru. Dia baru menyadari, ternyata limpahan harta yang dia
berikan selama ini, tidak cukup untuk "membeli" kebahagiaan anaknya.


====
seandainya Umar sudah bisa berhitung...
Illahi Rabb... Sanggupkah aku mengganti seluruh waktu Umar yang hilang???

Sunday, February 17, 2008

Leot dari Bunda Iwul dan Wiken

Alhamdulillah, jadi juga pake loet dari Bundanya kak Iwul..Eh, kak Zebby. Penampakannya mulai hari ini neh! Keren! Sun sayang Umar dari Depok buat tante Gege dan kak Zebby. Muach!

=====

Tanggal 16 dan 17 Februari 2008 aku main sama bunda. Kan bunda libur. Meksi tanggal 18nya sempet ditinggal bunda buat ikut pelatihan di Depok 2, gak papa. Pulangnya kan bisa aku kerjain bunda. Hehehehehe...

Sekarang, Umar paling suka deh ngamen. Tau gak? Iya, Umar suka bergaya a la pengamen. Nyanyi2 pake benda apa ajah yang bisa dijadiin gitar, trus nyamperin bunda atau bapak, sodorin tangan, dan bilang, "Ma acih!" Hehehehe... Yang penting hepi!

Aku juga mulai suka main flash card, meski sederhana, tapi aku suka! Jadi tau deh nama binatang dan penampakannya, angka, bentuk2, dan benda2 lainnya. Terima kasih bunda!

Wednesday, February 13, 2008

Belajar dan Bermain

Buat aku, yang penting hepi. Main apa saja dibolehin sama bunda. Cuman bapak tuh agak bawel, apa2 gak boleh. Rumah mesti dalam keadaan rapi... Yeee... Aku kan mau main, paaaakkk!!

Kosa kataku makin banyak sampa2 bunda gak bisa ngitung lagi. Udah bisa dong aku jawab pertanyaan2 sederhana bunda. Aku juga makin hafal nama2 hewan, dan aku juga makin suka nyanyi (meski kata bunda nyanyianku aneh..hehehehe)

Aku udah bisa bantu bunda ngerendem baju kotor bunda kalo bunda baru pulang kerja. Aku juga belajar pijitin kaki bunda. Aku gak tumpah2in susu lagi. Tapi.... Aku masih belum bisa mengontrol pipis dan pup aku... Maaf ya bundaaaaa...

Aku bisa bedain mana truk dan mana mobil pemadam kebakaran (kata bapak namanya blambir (apa blangbir, ya?), jadi aku ngucapinnya 'blambiw')

Kalo Bangbang dan Bona (teman2 bonekaku) bobo, aku gak mau ganggu. Karena aku juga gak mau diganggu kalo aku bobo.

Aku sering dengar bunda dan bapak ngomongin homeshcooling. Apaaan sih, bun? Bunda selalu ngotot sama bapak untuk tidak menyekolahkan aku di sekolah umum. Tauk ah bingung.

Main lagi aah...

Sunday, February 10, 2008

Senangnya Akhir Pekan

Bunda ada di rumah selama 4 hari penuh, lho! Tanggal 7-10 Februari kemarin aku puas main sama bunda. Aku kerjain bunda sampe bunda kesal. Hehehehehehe...

Terima kasih bunda udah mau main sama Umar...

Tuesday, February 5, 2008

Lagu Untuk Bunda

Siapakah Dia

Sejuk gemericik air di padang gersang
Basah terasa aliri pipa yang kering
Hangat sentuhannya damai terasa
Nyertai langkah kita di spanjang hayatnya

Kasih sayangnya sehangat mentari pagi
Belaian tangannya selembut kain sutera
Senyum manisnya hiburkan hati nan luka
Pandang matanya tajamkan hati nan suci

Wahai kawan siapakah dia?

Dia adalah wanita paling berjasa
Sejak kita lahir kedunia dan melanglang alam fana
Tiada tandingan budinya dalam hidup kita
Yang melahirkan kita
Menyusui dan membesarkan kita
Pertaruhkan jiwa raga membela kita semua

Dialah ibunda yang selalu mendoakan kita
Dalam keadaan lapang suka ataupun duka

Tutur katanya adalah harap doa
Nasehat yang berguna sepanjang masa
Keredhoannya adalah ridho Illahi
Kemurkaannya adalah murka Illahi

Dan Kami perintahkan kepada manusia berbuat baik kepada dua orang ibu-bapaknya
ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah menyapihnya dalam dua tahun.
Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.
QS Lukman ayat 14

Marilah kita bersama mengasihinya
Selagi Alloh izinkan bersama kita
Bila Alloh telah memanggil ibunda
Sertakan doa selalu bagi dirinya

Semoga Alloh lapangkan alam kuburnya
Dan menyinari selalu dengan cahyanya
Memberkahi ibunda dengan karya nya
Dan melapangkan jalannya menuju syurga


===

By:
Suara Persaudaraan

Puisi Untuk Bunda

Dalam setiap irama tubuhmu kau selalu menyapa

Dalam kepenatan yang tak pernah terbisikkan kau selalu mendekap

Dalam kerinduan yang sangat kau tak pernah ingin lepas dariku


Usiaku kini telah berubah

Aku bukan lagi gadis kecil

Kaulah yang telah membentuk jiwa mentah ini

Kaulah yang telah mengelola emosi labil ini

menjadi lokomotif kemajuan

Kaulah yang selalu memberiku keberuntungan

dengan nasihatmu kala malam telah larut

dan gerbang mimpi siap menghampiriku


Kala yang lain terlelap

Kutahu kau tak pernah terlena

Pikiran, hati, jiwa, dan emosiku selalu bekerja demi masa depanku

Kau selalu berpacu dengan waktu

Karena kau yakin, tanpa itu bisa jadi

aku terlindas oleh jaman yang semakin keras



Kaulah pengantar luasnya pengetahuanku

Kala wadah kosa kataku hanya bagai tetesan air

Kaulah yang memenuhinya hingga menjadi sebuah lautan

Kaulah bintang berkilauku

Yang tak akan pernah terlupakan

oleh rangkaian huruf cahaya sejarah peradaban manusia


Andai aku bisa, bunda

Kan kubalas segenap cinta dan kasihmu

Andai aku mampu, bunda

Kan kupersembahkan seterang kilauanmu,

sehangat dekapanmu, setulus kasihmu,

dan sebijak nasihatmu


Kutahu, bunda

Tanganmu tak pernah lepas berharap untukku

dalam setiap do'a yang kau panjatkan

Kutahu bunda

Senyummu selalu menyapa dalam setiap kata cinta

yang keluar dari lisanmu

Kutahu bunda

Mata hatimu selalu terjaga dalam setiap derapku



Ya Allah

Kutengadahkan tanganku berharap

kau membahagiakannya sepertiku kini

Ya Rabbi

Kumemohon berilah bunda mimpi yang selalu indah

Ya Rabbul Izzati

Kuberharap padaMu anugerahkan bunda kecupan hangat

Seperti yang selalu ia berikan padaku saat aku terbangun di pagi hari

Ya Illahi

Sejahterakanlah bunda

Bunda, pelangi dan matahariku

Hari ini kuhaturkan dengan tulus padamu



Sumber: Bidang Kewanitaan DPP PKS

=====

Aku bukan gadis kecil, maka aku bilang bahwa aku calon mujahid!

Monday, February 4, 2008

Kopdar: Ketemu Ryuta

Nah kan, Umar kopdaran lagi? Kali ini di KFC PIM1 tanggal 3 Februari 2008. Serunya, Umar bisa ketemu sama kak Balqiz, kak Alifah, kak Raul, kak Ryuta, kak Rafi, dan para tante... Tapi Umar sebel sama bunda! Kenapa sih Umar gak boleh main di playground depan KFC??? Kan permainannya keren2, bun!!! Umar nangis dan berontak ajah ah!

Akhirnya, Umar diijinkan bunda main sebentar. Nih fotonya hasil jepretan bunda Alifah
Seru deh bisa main! Apalagi aku bisa ngerjain tante Dessy sampe dia kelelahan. Hehehehehe... Bunda juga sampe kesel tuh ngadepin aku. Aku berontak karena gak boleh main jauh2. Sebel ah!
Tuh lihat, fot di atas bisa memperlihatkan kerusuhan antara bundaku dan tante Dessy. Lihat ajah mama Rafi dan bunda Aurell sibuk rumpi, bunda sibuk menenangkan aku. Seru kan? Cerita lainnya silakan lihat di blog bunda Alifah dan bundaku ajah yaaaa...

Ohya, kelupaan bilang 'makasih buat kak Ryuta dan kak Alifah&kak Balqiz atas kadonya. ih Umar malu, bukannya kasih kado buat kak Ryu malah dikadoin...

PS: bundaku sayang, maafkan aku yaaa...